Rabu, 07 Desember 2011

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU YANG MEMPUNYAI ANAK PERNAH MENDERITA DIARE DENGAN SIKAP IBU TERHADAP PENCEGAHAN DIARE

Nama : Muhammad ikbal
Nim : 090414-201020
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU YANG MEMPUNYAI ANAK PERNAH MENDERITA DIARE DENGAN SIKAP IBU TERHADAP PENCEGAHAN DIARE
A.Latar Belakang
Salah satu strategi pembanguanan kesehatan nasional untuk mewujudkan Indonesia sehat adalah Millenium Development Goals (MDGs) yang merupakan sebuah paket yang berisi delapan tujuan utama yang mempunyai batas waktu tahun 2015. Salah satu targetnya adalah menurunkan angka kematian anak dan meningkatkan kesehatan ibu. Dengan target MDG4 terkait dengan penurunan kematian balita(pradipta,2011).
Diare merupakan suatu keadaan pengeluaran tinja yang tidak normal atau tidak seperti biasanya di tandai dengan peningkatan volume, keenceran serta frekuensi lebih dari tiga kali sehari dan pada neonates lebih dari empat kali sehari dengan atau tanpa lender darah(Hidayat,A2006).
Individu usia di bawah 5 tahun merupakan usia rentan terkena diare karena anak-anak biasa daya tahan tubuhnya masih rendah sehingga sangat mudah terinfeksi virus(Anneahira,2011).
Banyak factor yang mempengaruhi terjadinya diare terutama pada anak usia di bawah 5 tahun, salah satunya adalah pengetahuan ibu tentang diare. ibu merupakan orang yang paling dekat dengan anaknya. Oleh karena itu status kesehatan anak sangat di pengaruhi oleh pengetahuan seorang ibu tentang suatu penyakit dan bagaimana cara mencegahnya.
Pengetahuan merupakan factor yang dapat mempengaruhi sikap seseorang. Dalam penentuan sikap, pengetahuan, pikiran, keyakinan memegang peranan penting. Jika seorang ibu mendengar penyakit diare seperti, penyebab, cara penularan, dan cara pencegahan, maka pengetahuan ini akan membawa ibu untuk berfikir dan berusaha supaya anaknya tidak terkena penyakit diare. Dalam berfikir ini komponen emosi dan keyakinan sehingga ibu tersebut berniat atau cendrung bertindak untuk melakuakan pencegahan penyakit diare agar anaknya tidak terserang diare.
Angka diare diperkirakan pada anak di dunia setiap tahunnya sebanyak 99.000.000 kasus, Sedangkan Sekitar 3,3 juta kematian akibat diare. Dan angka ini paling tinggi terjadi pada anak-anak di bawah satu tahun dengan perkiraan 20 kematian per 1.000 anak. Pada anak usia 1-5 tahun, angka kematiannya menurun atau hanya sekitar lima dari 1.000 anak(Murad,2011).
Data Indonesia menunjukkan kasus diare insidensi tahun 2010 411/1000 penduduk. Prevalensi diare lebih banyak di perdesaan dibandingkan perkotaan, yaitu sebesar 10% di perdesaan dan 7,4 % di perkotaan. Diketahui bahwa proporsi terbesar penderita diare pada balita adalah kelompok umur 6 – 11 bulan yaitu sebesar 21,65% lalu kelompok umur 12-17 bulan sebesar 14,43%, kelompok umur 24-29 bulan sebesar 12,37%, sedangkan proporsi terkecil pada kelompok umur 54 – 59 bulan yaitu 2,06%(Depkes RI,2010).
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau pada tahun 2003 angka kejadian diare di Provinsi Riau sebanyak 84.634, tahun 2004 sebanyak 87.660 orang dan pada tahun 2005 diare menempati urutan pertama dari sepuluh besar penyakit pada pasien rawat inap di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau(Anonim,2010).
Berdasarkan data yang di peroleh dari dinas kesehatan bangkinang pada tahun 2009 di dapatkan bahwa angka kejadian diare di puskesmas se kabupaten Kampar terdapat sebanyak 16.922 kasus diare yang sebagian besar terjadi pada anak usia 0-14 tahun(Dinas Kesehatan Kab. Kampar).
B. Perumusan Masalah
Beradasarkan latar belakang di atas , peneliti merumuskan masalah “ Apakah ada hubungan pengetahuan ibu yang mempunyai anak yang pernah menderita diare dengan sikap ibu terhadap pencegahan diare?”
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan umum
Mengetahui hubungan pengetahuan ibu yang mempunyai anak yang pernah menderita diare dengan sikap ibu terhadap pencegahan diare.
2. Tujuan Khusus
a. Untuk menganalisis hubungan pengetahuan ibu yang mempunyai anak yang pernah menderita diare terhadap pencegahan diare.
b. Untuk menganalisis hubungan sikap ibu yang mempunyai anak yang pernah menderita diare terhadap pencegahan diare.
D. Manfaat Penelitian
a. Bagi Peneliti
Sebagai suatu pengalaman belajar dalam kegiatan penelitian serta dapat memperoleh informasi tentang pengetahuan ibu yang mempunyai anak penderita diare dengan sikap ibu terhadap pencegahan diare.
b. Bagi Pelayanan kesehatan
Sebagai bahan mausukan bagi petugas pelayanan kesehatan sehingga dapat di kembangkan upaya pencegahan penyakit diare.
c. Bagi Institusi
Dapat dijadikan sebagai bahan bacaan dan sumber informasi sehingga memudahkan untuk mendapatkan bahan atau referensi pada penelitian selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar